hari-hariku slalu berganti
dengan hidup yang tiada lagi berarti

telah hilang pesona mimpi dalam hayalku
yang selalu kucumbu dengan rasa yang tiada pernah berlalu

lalu untuk apa jiwaku masih saja di sini
dengan pandangan gelap dan terkurung dalam sepi

malamku terlalu berat untuk dilewati
menghempas asa yang selalu disetubuhi suasana lirih

rasa yang selalu mengalir dalam pori-pori kecilku
cinta yang selalu mengusik dalam celah-celah hati dan jiwaku
bersama asa.. bersama rindu yang selalu menyiksa

ingin ku menjerit sekuat yang ku bisa
melepaskan rasa sesak dalam dada
agar siksaku terbunuhlah sudah

diriku sudah kalah, hidupku sudah tak berguna
layaknya seonggok bangkai yang dicabik-cabik lalat hijau
layaknya kotoran yang dibuang dalam comberan

peluh dayaku mati terkulai
menguntai perih bersama dinginnya malam

aku hanyalah seorang yang tak berguna
yang selalu saja tertatih dalam melangkah
mengikuti arah pandang tanpa tujuan
yang tidak akan berhenti hingga nafasku hilang...




abdul fattah, Tak kuat menahan...
Setelah 2 minggu kemarin sakit aku ga tau porsi makanku ternyata jadi tambah banyak, gimana enggak! biasanya aku makan sehari satu kali atau paling banyak juga dua kali itupun porsinya setengah (baca bukan setengah bakul, tapi setengah piring lho) :D

eeeeh sekarang-sekarang ini satu hari mustiii aja harus tiga kali makan, anehnya lagi porsinya yang biasa setengah sekarang jadi satu dan itu juga masih kerasa laper lhooo, (wuiiiih perubahan yang aneh...!).

kemarin aja aku ga tau ada temen sekantor yang ultah, aku makan siang duluan di luar, eeeh pas sampe di kantor lagi dah ada makanan padang (traktiran yang ultah), karena bawaannya laper melulu... dengan menghilangkan jurus malu... aku sikat juga tuuh makanan padang satu porsi penuh abiiis ciiiing!. weleh weleeh... :P

aku jadi heran ko bisaaa aku jadi kaya gini ya? apa pengaruh obat? padahal sebelum sakit, yang namanya makan aku paling susah lhooo :D yang parahnya lagi kebiasaanku kalo badan udah gemeteran kelaparan baru sibuk cari makan, tapi ini beda sekali....?

Udah gitu bawaannya ngemil melulu lageeee! biasanya di depan komputer bari mikir bari ngetik cuman calangap (baca setengah mangap) doang, eeeeeh sekarang tiap mulut nganggur sedikit aja kudu disumpel.. wuiiiih bakalan keluar dana ekstra nih buat urusan perut!


waaaaah apa perutku ada kelainan yaaaaa?
atauuu emang bakat yang terpendam?
harus gimana dong neeeeh?


abdul fattah, laper melulu...

A BOSS Creates Fear.
A LEADER Creates Confidence!

BOSSism Creates Resentment.
LEADERship breeds Enthusiasm!

A BOSS Says "I".
A LEADER Says "We"!

A BOSS Fixes Blame.
A LEADER Fixes Mistakes!

A BOSS Knows How.
A LEADER Shows How!

BOSSism Makes Work Drudgery.
LEADERship Makes Work Interesting!

A BOSS Relies on Authority.
A LEADER Relies on Cooperation!

A BOSS Drives.
A LEADER Leads!



Wooow ampun booos...!
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Merka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. ( Al-Baqarah: 286)

serasa diingatkan..., hampir saja aku larut dalam suasana hening
menyusuri bayang dan tak tahu arah tujuan...

pesan tersebut kudapat dari temanku di jakarta, aku seperti dipukul oleh balok besar tepat di atas kepalaku tapi juga aku sangat berterimakasih padanya seakan mengingatkanku.

hidup memang tak selamanya indah, hidup terkadang menjadi pahit, terasa getir karena itulah kehidupan, tak akan ada manis bila tak ada pahit, tak ada senang bila tak ada susah tak ada siang bila tak ada malam....

oooooh tuhan jadikanlah aku orang yang slalu bersyukur terhadap rahmatmu....



amin



abdul fattah, teriris...
Akhirnya, setelah acara reunian yang ditunggu-tunggu terlaksana juga dan sukses abis.

Kemarin (sabtu 18 Juni 2005) sebelum acara reunian kita mengadakan kongres pemilihan ketua IKA STMIK DHARMA NEGARA pertama, pada pukul 16 sampai 19.30an dan setelah melalui beberapa diskusi yang cukup 'alot' akhirnya secara demokrasi terpilihlah Jhon R. Putra sebagai ketua 'perdana', selamat ya mr. Jhon semoga sukses selalu.

Kemudian sekitar pukul 20.00 acara reunian pun dimulai, cukup meriah acaranya dari mulai sambutan-sambutan 'pejabat' kampus, makan-makan, nyanyi-nyanyi, pembagian door prize sampai berbagi pengalaman karena kita memang sudah lumayan lama ga ketemu.

Bangga dan salut saya pada teman-teman semua yang sudah cukup berhasil, waaaaah di luar dugaan dari mulai handphone berkamera, handycam, PDA, Comunicator, kamera digital bahkan laptop mereka 'tenteng' semua.

Pokonya senang sekali saya melihat keberhasilan mereka bercanda, tertawa, gembira sama-sama, ngobrolin saat masih kuliah aduuuuuh jadi inget waktu kuliah neeeeh dan yang lebih menyenangkan lagi melihat mereka banyak yang sudah membawa istri atau suami dan bahkan sudah membawa anak. lucu-lucu deeeeh pokonya....

Semakin malam-semakin fun aja suasananya... apalagi saat acara pembagian door prize, wuiiiih tambah rame aja acaranya, katanya sih door prizenya dadakan tuh atas ide bu Willa Chandra, makasih banyak ya bu kami patut berterima kasih dan bangga padamu.

Trus pake acara makan ronde kedua lageee, eheuuuum hebat deh pokonya... bajiguran ama pisang goreng hangat wuiiiiiiiih mantap.....!

Pokonya semakin-malam semakin hooooooooot deh..



Bravo Alumni.....

I Love U All...




abdul fattah, sambil teringat...
dalam sendiriku bersama bayang-bayang malam
peluh.. terbunuh sepi, menjadikan segalanya tak berarti

ku tak tahu kenapa tiba-tiba sayapku menjadi lumpuh
lumpuh.. dan tak mampu lagi tuk kembali terbang

aku hanyalah burung kecil yang mencoba belajar terbang
yang kadang jatuh tersungkur..

ribuan burung kecil yang cantik melayang dan bernyanyi riang
seakan berdendang.. membawa satu pesan yang tak juga terungkapkan

dan getaran cinta yang slalu saja menggema
terdengar merdu... seakan menghangatkan dinginnya malam

ku tak tahu rindu yang saat ini ku rasa...
ku takut keindahan dan kebahagiaan menjadi bayang-bayang...

bayang-bayang malamku...
bayang-bayang semu...

abdul fattah, malamku pekat...

Untuk server apache, PHP dan MYSQL biasanya sudah otomatis terinstalasi pada saat setup linux (slackware), tetapi defaultnya pun bisa dirubah-rubah menurut kebutuhan, bisa di bawa bisa tidak / setting manual.

Apache, PHP dan MYSQL belum dapat digunakan (running) karena ada beberapa file konfigurasi yang harus dimodify.

Untuk melihat status daemon apache dan MYSQL di komputer kita dapat menggunakan perintah :

abdul@fattah$ pstree

Perintah di atas untuk melihat service yang aktif, indikasi service apache dan MYSQL aktif ditunjukan dengan :

|-httpd---5*[httpd] => untuk apache
dan
|-mysqld_safe--mysqld--mysqld--8*[mysqld] =>untuk mysql

  • Apache Server + PHP
untuk mengaktifkan daemon apache :

abdul@fattah$ /etc/rc.d/rc.httpd start

bila daemon httpd sudah 'running', sekarang tinggal setting configurasinya biar file PHP bisa di translate ama apache.

edit file httpd.conf :

abdul@fattah$ vi /etc/apache/httpd.conf

kemudian pada baris paling bawah halaman cari kata ini :

#include /etc/apache/mod_php.conf

kemudian 'uncoment' menjadi

include /etc/apache/mod_php.conf


simpan dengan :wq

setelah itu restart apache server dengan:

abdul@fattah$ /etc/rc.d/rc.httpd restart

okeh server apache + PHP siap digunakan.


  • MYSQL Server
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan membuat file konfigurasi mysql, tapi ga usah khawatir karena mysql sudah menyediakan file konfigurasi standar sehingga tugas kita hanya mengganti nama filenya seperti:

abdul@fattah$ cp /etc/my-medium.cnf /etc/my.cnf

perintah di atas adalah untuk mengganti my-medium.cnf menjadi file konfigurasi mysql yaitu my.cnf

untuk lebih jelasnya lihat aja filenya pake perintah :

abdul@fattah$ ls /etc/my* -l

kemudian langkah selanjutnya yaitu melakukan instalasi MYSQL database dengan perintah:

abdul@fattah$ mysql_install_db

kemudian ganti mode mysql daemon menjadi:

abdul@fattah$ chmod 500 /etc/rc.d/rc.mysqld

kemudian ganti owner sebagai mysql:

abdul@fattah$ chown mysql -R /var/lib/mysql

okeh hampir selesai nih, langkah selanjutnya jalankan server mysqlnya :

abdul@fattah$
/etc/rc.d/rc.mysqld start

beres deh, MYSQL Server siap di gunakan :

sekarang kita panggil mysql consolenya :

abdul@fattah$ mysql -u root -p
nanti akan muncul dialog password, kosongin aja.
terus nanti akan muncul shellnya mysql seperti :


mysql>


klo mo keluar ketik aja exit ato \q

untuk merubah password mysql pake perintah :

abdul@fattah$
mysqladmin -u root password 'abdul'


selamat mencoba,


abdul fattah, biarkan rindu bicara...

jangan pernah kamu menyerah
jika kamu masih merasa sanggup...

jangan pernah kamu mengucapkan selamat tinggal
jika kamu masih mau mencoba...

jangan pernah bilang kalau kamu tidak mencintainya lagi
bila kamu tidak bisa melupakannya...

jika masih tersimpan harapan dalam hatimu...
kamulah orang yang punya segalanya...

terlalu singkat bila hidup ini dilewatkan dengan pilihan yang salah
hidup hampa dengan orang yang tidak kita cintai

jangan sia-siakan hidupmu tuk meninggalkan orang yang kamu cintai!!


from : "tak biasa"



abdul fattah, sepi sendiri...
Command Backup atau dumping pada mysql versi 4.1.x ternyata berbeda dengan versi-versi sebelumnya, versi 4.1.x mendukung multillingual character set.

contoh hasil dumping pada mysql versi 4.1.x akan seperti ini :

...ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
atau
...ENGINE=MyISSAM DEFAULT CHARSET=latin1;

untuk menghilangkan carset tersebut gunakan option --compatible=mysql40 pada saat melakukan dump database.


contoh :

abdul@fattah:~$ /usr/local/mysql/bin/mysqldump -u root --compatible=mysql40 -p my_database > /home/abdul/my_hasil.sql

atau :

c:\mysql\bin>mysqldump -u root --compatible=mysql40 -p my_database > c:\data_sql my_hasil.sql


dengan demikian database hasil dumping /backup pada versi 4.1.x akan bisa diexecute oleh mysql versi sebelumnya.

untuk opsi backup data dan tabel silahkan lihat di backup dan restore.



abdul fattah, kangen...
Rinduku tulus untukmu, Cintaku suci untukmu
Lalu bila kamu tidak lagi bersamaku
haruskah kubuang rinduku padamu
mungkinkah kubunuh cinta suciku padamu

Mungkin saat ini kau tidak dalam pelukanku
mungkin saat ini kau sedang tersiksa diri
karna ku tahu siapa dirimu
selamanya.. aku adalah cinta sucimu

Rinduku tak terbatas jarak yang terbentang
cintaku tak terukur dengan satu pertemuan
karna cinta dan rinduku tertanam dalam hatiku
apapun adanya dirimu


Kuslalu menunggu tuk hari-hari indahku...
Cinta dan Kerinduanku masih seperti yang dulu...



abdul fattah, slalu saja rindu...
biasanya untuk melakukan reboot ataupun shutdown pada sistem operasi linux harus menggunakan 'root' sebagai usernya.

di slackware dapat menggunakan sudo yang biasanya sudah terdapat dalam package cd-nya. atau donwload di sudo source

untuk mengaktifkannya, dengan user 'root' edit file /etc/sudoers :

root@abdul~# vi /etc/sudoers

kemudian pada bagian paling bawah #sample isikan kode berikut

=/sbin/shutdown -h now, /sbin/reboot
contoh:
fattah abdul=/sbin/shutdown -h now, /sbin/reboot

dari perintah di atas, kita mendefinisikan untuk user fattah pada komputer abdul mengijinkan 2 akses yaitu shutdown dan reboot.

simpan file tersebut (:wq).

untuk menjalankannya, login sebagai user yang dimaksud kemudian ketik sudo:
contoh:

fattah@abdul$ sudo /sbin/reboot atau sudo sbin/shutdown -h now

dengan demikian walaupun kita tidak sebagai super user (Root), tetapi kita masih bisa melakukan reboot/shutdown komputer.

manualnya dapat dilihat di sudo manual


abdul fattah, seseorang ku rindu...
Manusia dengan segala ambisinya, dengan segala keangkuhannya...
selalu saja ingin mencapai apa yang diinginkannya...

Terkadang manusia lupa siapa dirinya sebenarnya???
mereka slalu saja memaksakan untuk mendapatkan apa yang meraka rencanakan dan apa yang mereka harapkan...

Tapi ternyata tidak, apa yang menurutnya baik... apa yang menurutnya sempurna.. ternyata tidak slalu baik menurut PENCIPTAnya...

Pakaian manusia hanyalah usaha dan doa, tapi Kehendak
dan Ketentuan adalah Pakaian Allah...

Hal yang paling mudah apabila kita tidak juga mendapatkan apa yang kita inginkan adalah dengan 'Menerima' dan 'Menerima' apa yang telah terjadi.

Percayalah Allah punya rencana lain dibalik semua itu...
Ikhlas menerima adalah sikap yang paling bijaksana...

Kemudian berusahalah dan berdoalah, bila kita dekat dengan Allah maka niscaya Allahpun akan dekat dengan kita.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT..

BERSABARLAH... NISCAYA SURGA BAGIMU... Amien




Abdul fattah, Rindu...
Saya salut sekali dengan cerita ini, sedih dan sangat terharu dan menangis saat membacanya, cerita yang menggambarkan tentang ketulusan hati seorang adik pada kakanya, sebuah cerita tentang hati nurani manusia yang harus kita teladani bersama.

------

Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba'du...

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.

Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.

Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.

Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya merengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."

Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.

"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:

"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?

Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"

Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.

"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya.

"Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.

"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."

Di tengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.

Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan menjadi buah bibir orang?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"

"Mengapa membicarakan masa lalu?"

Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"

Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.

"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih kepadanya adalah adikku."

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Diterjemahkan dari : "I cried for my brother six times"
Ditulis pada hari Selasa, 29 Maret 2005, 02:20 AM

dikutip dari sebuah cerita yang diangkat dari : Muslimdelf, Taimeng

Semoga menjadi pelajaran untuk kita semua.
Baru sempet posting lagi neeeh,

Kemarin sekitar satu minggu pulang ke (depok city) kampung halamanku. Secara keseluruhan ga ada yang berbeda, masih sama seperti yang dulu, orang tua yang penuh kasih sayang, adik yang masih giat ibadahnya dan teteh serta abang yang lagi sibuk-sibuknya ngurus si cantik clara.

Sebenernya sih namanya salma fadiyah tapi sering dipanggil si cantik clara tuh sama orang-orang, ga tau kenapa? umurnya baru 5 bulan tapi dah lucu cute abis deh pokoknya.

Baru hari pertama sampai eeeh badan langsung demam, emang sih dah 2 minggu ini ga enak badan, mungkin gara-gara kehilangan 'sesuatu yang sangat berharga' kali ya..

Periksa ke dokter malah dimarahin, kenapa baru hari ini periksanya kalo tambah lama bisa tambah parah (kata dokternya). mo disuntik takut heeeee. akhirnya nego ama dokternya klo bisa dikasih obat aja dok ga usah disuntik tapi akhirnya dokternya bisa cin-cai tuuuh.

Penyakitnya lumayan, demam,radang tenggorokan,darah rendah...

Tapi alhamdulilah hari ini dah mulai kerja nih, walaupun pala masih rada banyak bintangnya... tadi juga dari depok bawa motor yang biasanya rata2 90km eeeh tadi jadi rata2 60km soalnya kenceng sedikit pala dah nyut-nyutan jadi ga berani kenceng deeeh..

sekarang sih dah dikantor, kerja lagiii......
tambah pusing lagiiiii...

tapi gapapa, ini kan yang namanya hidup....


met kerja teman-teman I'm back...


regards'

abdul fattah, masih proses penyembuhan
Selepas keindahan itu mendadak pergi meninggalkanku...
Ku mencoba untuk tetap terlihat tenang...

Selalu saja mencoba untuk tersenyum...
Walau dalam hatiku terkoyak sakit...

Sesuatu yang tak pernah kuakhiri...
Dengan asaku yang tiada pasti...

Biarlah keindahan itu terus bersinar...
Meninggalkan hari-hari penuh arti...

Aku memang bukan apa-apa...
Aku hanyalah se-ekor burung kecil yang mencoba tuk belajar terbang..
Aku hanya mahluk kecil yang kadang jatuh tersungkur...

Aku hanya ingin berbuat sesuatu yang berarti bagi orang lain...




Abdul Fattah, mencoba menjadi arti...